Dalam perjalanan, Anata mendapat pesan bisikan dari Sakti.
To Nata : "Apa ini Anata?" tulis Sakti.
Anata pun langsung membalasnya.
To Sakti : "Iya, ini aku.. Ada apa?" balas Anata.
To Nata : "Apa kau sudah menuju stadion?"
To Sakti : "Iya, pemain yang bernama Reazura membantuku menuju ke sana," balas Anata.
To Nata : "Aku hanya ingin memberitahumu satu hal, jangan percaya dengan Reazura karena aku mempunyai firasat bahwa dia memiliki niat buruk kepada kita," tulis Sakti.
To Sakti : "Apa itu?" balas Anata diiringi dengan emotikon heran.
To Nata : "Sepertinya dia menginginkan sesuatu dari kita," balas Sakti.
To Sakti : "Aku juga merasa seperti itu, karena tidak ada pemain yang mau membantu seperti dia," balas Anata.
To Nata : "Aku punya rencana dan sudah disetujui oleh Ketua dan juga Rico," balas Sakti.
To Sakti : "Bagaimana rencananya?" balas Anata diiringi emotikon penasaran.
To Nata : "Ketika kau sudah hampir sampai stadion, kau gunakan skill Identiclone," balas Sakti.
To Sakti : "Skill apa itu? Aku tidak mengerti bagaimana cara menambah skill karakterku...." balas Anata.
To Nata : "Bukan menambah skill, tapi mempelajari skill..." balas Sakti.
To Sakti : "Apa bedanya?" balas Anata seketika dan diiringi dengan emotikon kesal.
To Nata : "Itu tidak penting, kamu gunakan saja skill itu ketika kau hampir sampai stadion," balas Sakti.
To Sakti : "Tapi aku tidak tahu bagaimana menambahkan skill itu pada karakterku!!!" balas Anata.
To Nata : "Kamu ikuti instruksi dariku," tulis Sakti kemudian langsung berlanjut, "Pertama, kamu tekan tombol 'S', lalu pilih salah satu skill yang bernama Identiclone. Jangan sampai kamu salah memilih skill...."
To Sakti : "Iya, sudah...." balas Anata setelah melakukan sesuai instruksi dari Sakti.
To Nata : "Tingkatkan level skill itu dengan menggunakan semua 'Skill Point' mu," balas Sakti.
To Sakti : "Iya, sudah ku lakukan...." balas Anata.
To Nata : "Sekarang, berapa level skill itu?" balas Sakti.
To Sakti : "Level-30," balas Anata.
To Nata : "Bagus... Itu sudah sesuai rencana. Selanjutnya, kamu lakukan sesuai rencana, dan sisanya biarkan kami yang mengurusnya," balas Sakti.
To Sakti : Emotikon OK! balas Anata.
To Nata : "Oh iya, satu lagi. Sebelum kamu menggunakan skill itu jangan lupa untuk menggunakan fitur 'Auto Follow' untuk otomatis mengikuti Reazura," balas Sakti.
To Sakti : Emotikon mengacungkan jempol, balas Anata.
Setelah beberapa wilayah monster dengan level berbeda Nata bersama Reazura kalahkan dan melewatinya, akhirnya Anata melihat dari layar monitornya bahwa dia hampir sampai dengan stadion di mana karakter Sakti, Yoland, dan Rico berada.
Anata langsung menggunakan skill Identiclone dan seketika karakternya yang dia gunakan saar ini menjadi dua.
"Mereka sudah menunggumu," tulis Reazura sambil berjalan masuk ke dalam stadion.
Karakter kloning milik Anata pun langsung masuk ke dalam stadion mengiringi Reazura. Sementara itu, Anata langsung membawa karakternya yang asli untuk menjauh tanpa sepengetahuan Reazura.
Reazura bersama karakter palsu milik Anata telah tiba di hadapan karakter Sakti, Rico, Yoland.
"Siapa orang yang bersama kalian?" tulis Reazura diiringi dengan emotikon heran saat menatap ke arah sebuah karakter dengan level yang sudah mencapai maksimal.
"Nah, pas sekali! Dia juga ingin mengajak kami bertarung dengan taruhan item legenda," tulis Sakti.
"Katakan padanya jika benar dia ingin mengajak kalian bertarung, kalau kau benar-benar ingin melawan kami, kau hadapi dulu ketua party kami," balas Reazura mengarahkan.
Reazura pun bergegas ke luar dari stadion untuk menyusul Reanko yang sedang dalam misi penjemputan salah satu teman Sakti lagi yang tersisa.
Setelah beberapa menit, Reazura pun akhirnya berhasil menyusul Reanko.
"Bagaimana, apa kau masih belum menemukan dia?" tulis Reazura sembari terus berjalan mengikuti langkah Reanko.
"Aku sudah delapan kali menelusuri jalan ini, tapi aku tidak menemukan dia di sini..." balas Reanko.
"Mungkin dia belum sampai ke sini, sebaiknya kita cari di tempat yang sedikit jauh," balas Reazura.
Reazura dan Reanko pun berlanjut untuk mencari salah satu pemain teman Sakti ke jalur yang lebih jauh.
Sementara itu, Anata dengan karakternya yang asli masih menunggu tepat di atas stadion sambil bersembunyi.
To Sakti : "Aku harus bagaimana?" tulis Anata.
To Nata : "Kamu turun dulu sebentar," balas Sakti.
Seketika karakter bernama Nata itupun langsung melompat dari atas atap stadion dan langsung berdiri tepat di depan karakter Sakti, Yoland, dan Rico.
"Bukankah yang tersisa itu adalah Pom?" tulis Anata.
"Iya, Pom yang terakhir," balas Yoland.
"Tadi, aku bersama Sakti pergi ke rumah kediaman Pom, tapi tidak ada satupun orang di sana," tulis Anata.
"Iya, kami juga belum sempat untuk memberitahukan pada Pom agar segera membuat akun baru dan menyusul kemari," balas Sakti menambahkan.
"Jadi, Pom tidak akan datang malam ini?" tulis Yoland.
"Lalu, apa yang harus kita takutkan? Reazura dan Reanko sudah pergi mencari Pom. Tapi, dari yang kita ketahui bahwa Pom pun tidak mungkin menyusul kemari," tulis Rico.
"Rico benar, sebaiknya kita diam-diam pergi dari sini sebelum Reazura dan Reanko kembali," tulis Sakti.
Akhirnya, Sakti bersama Yoland, Anata, dan Rico pun secara diam-diam keluar dari stadion. Namun, saat mereka berada di luar stadion, tiba-tiba party mereka dibubarkan oleh Reazura.
"Rico, cepat kau mengundang kami masuk ke dalam party!" tulis Sakti.
Rico pun segera mengirimkan undangan party kepada Yoland, Sakti, dan Anata, lalu tak lupa juga untuk mengundang akunnya yang baru itu.
Sekarang Sakti, Yoland, Anata, dan Rico sudah berada di dalam satu party dengan pemimpin dari party itu adalah akun Rico yang memiliki otoritas sebagai Game Master.
Tiba-tiba, dua pemain bernama Reazura dan Reanko berada tepat di depan karakter Sakti, Yoland, Rico, dan Anata.
"Apa kalian mengira bahwa kami ini tidak tahu?!" tulis Reanko yang kemudian mulai bergerak untuk bersiap menyerang.
"Kami sudah baik dengan kalian, tapi kalian berbohong kepada kami... Jangan salahkan jika semua item yang kalian miliki menjadi milik kami!" tulis Reazura seketika karakternya bergerak menyerang karakter Sakti yang berada paling dekat dengannya.
"Aku belum bersiap!" gumam Sakti kesal.
Bar Health Point milik Sakti menurun drastis, ia hampir kalah.
Yoland, Anata, dan Rico berjuang membantu Sakti, tapi level mereka saat ini sangat berada jauh di bawah dari level milik Reazura dan Reanko.
Tiba-tiba, seorang pemain dengan karakternya yang mengenakan jubah hitam bernama Yozl berdiri tepat di samping karakter bernama Reazura.
Yozl mengayunkan pedangnya dan tepat mengenai Reazura, dan seketika Reazura dapat dikalahkannya dengan satu serangan.