Melihat Bara berdiri tak jauh dari posisinya, wajah Mahar sontak memerah. Urat-urat di dahinya langsung bermunculan. Ia pun mengepalkan tangannya kuat-kuat sambil menggemeretakkan gigi. Namun sedetik kemudian, kepalanya memutar ke arah Lana yang berdiri di sisinya. Keadaan wanita itu pun tidak jauh berbeda. Lana terus menunduk seraya meremas-remas jemarinya. "Tenang, Jan. Enggak usah takut. Ada aku," ucap Mahar seraya melingkarkan tangannya di bahu Lana dan mendekatkan tubuh wanita itu ke dadanya. Nisya pun seketika geram saat melihat Lana. Rasa cemburunya mendadak naik ke kepala. Terlebih melihat Bara yang terus memandangi Lana tanpa berkedip sedikit pun. Saat melihat Lana, Bara langsung menatapnya dengan pandangan penuh penyesalan. Ia ingin segera memeluk erat Lana tapi kakinya seper
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


