"Pak~~" Katya pun hanya bisa meringis saat protesnya sejak tadi tak didengar sama sekali oleh Gaffandra. Pria itu terus membawanya masuk ke dalam kamar utama, lalu merebahkannya di atas kasur empuk dengan perlahan. Desah napas hangat pria itu berhembus menyapa kulit wajah Katya yang mulai merona, karena kini wajah Gaffandra yang berada dekat di atasnya. Memandangi wajah cantik gadisnya dari jarak yang sedekat ini, entah kenapa serta merta meluruhkan semua kekesalan di hati Gaffandra. Ia memang masih cemburu, tapi sudah tidak semarah tadi. Bagaimana ia bisa terlalu lama marah pada manik coklat yang mengerjap dengan polosnya dan menatapnya seperti ini? "Jangan bertemu dengannya lagi, Katya." Katya mengangguk pelan. "Arsel cuma mau pamit, karena besok dia mau berangkat ke Jepang dan

