32 // Pertemuan

1123 Kata

"Ya ampun, apa yang bisa kukenakan kalau begini??" Katya meringis ketika melihat onggokan kain yang menumpuk berserakan di atas lantai, yang merupakan baju serta pakaian dalamnya. Semuanya sudah robek di sana sini tak berbentuk, akibat keberingasan Gaffandra yang tadi sangat tak sabaran untuk membukanya. Gadis itu baru saja terbangun lima belas menit yang lalu, dan lagi-lagi hanya menemukan ranjang kosong di sebelahnya. Selalu seperti ini. Katya memang tahu tak sepantasnya ia berharap lebih dari Gaffandra yang super sibuk sebagai CEO di perusahaannya, hanya saja terkadang ia sebal karena selalu terbangun paling akhir dan selalu menjadi yang ditinggalkan. Tiba-tiba suara ketukan sopan di pintu membuyarkan lamunannya, yang seketika membuatnya refleks melompat dari atas ranjang. Mani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN