Mobil melesat cepat melintasi jalanan. Membelah kerumunan kendaraan kecil yang melintasi jalan raya. Keahlian Pak Revan dalam hal menyetir sangat tak diragukan lagi. Ia benar-benar ahli dalam bidangnya. Menekan gas dan rem terus menerus tanpa membuatku tak nyaman dengan kecepatan yang terus meningkat. Bahkan ketika berada dalam tanjakan, tak kurasakan getaran yang biasa terjadi saat mobil mulai naik. Begitu lihai. Membuat penumpangnya nyaman. Namun, entah kenapa tiba-tiba kepalaku seperti diaduk-aduk. Rasanya begitu pening. Seperti berputar-putar. Bagai ada putaran angin yang terus bergulung di atas kepala. Aku mencoba bertahan meski tentu saja keringat terus mengucur membasahi dahi. Menggigit bibir dan gelisah tak karuan. Pak Revan tampaknya bisa melihat gelagatku dari kaca dashboard

