Aku hampir kehilangan napas saat sosok itu menatapku dengan mata hitam lebarnya. Sekilas aku memejam, berharap setelah kembali membuka mata penampakan itu menghilang, dan berharap itu hanya angan-anganku saja. “Hei? Ngantuk?” Lucky membuat mata ini kembali terbuka. Kujelajahi sekitar tubuh Lucky dari layar ponsel. Tak ada apa pun. Apa benar itu hanya halusinasiku, atau memang nyata adanya? Aku bahkan seperti ingat pernah melihat sosok itu sebelumnya. Tetapi di mana? Kuputar kembali segala ingatan. Dan benar saja! Itu adalah sosok yang pernah kulihat di belakang Bi Sumi. Bagaimana mungkin sosok itu kini mengikuti Lucky? Mataku membulat saat mengingat sosok itu lagi. “Ya udah, Al. Kamu istirahat saja. Sepertinya kamu perlu menenangkan diri. Harimu sejak pagi memang berat. Jangan sampai

