Kerasukan

1082 Kata

Tak butuh lama. Hanya tiga menit saja aku sudah keluar kembali dengan napas memburu bagai dikejar sesuatu. Lega rasanya. Aku berdiri bersandar pada pintu untuk menstabilkan napas. Mengusap d**a menenangkan diri. Tak ingin semua orang tahu apa yang baru saja kutemukan di ruangan sempit itu. Tepat di depan pintu kamar mandi, kutemukan wajah suster Selly yang sibuk menggiring beberapa pasien dan membujuk mereka untuk mandi. Kudekati dirinya perlahan dan membisikkan sesuatu, “Sus, apa Papa nggak menitipkan beberapa barang pribadiku? Aku butuh deodorant, parfum, pomade, sisir dan semua kebutuhan setelah mandi. Risi rasanya jika begini saja.” Aku mengikutinya berjalan tepat di belakang, menunggu jawabannya. Hanya suara tawa lirih yang kudengar dengan kepala menunduk seakan menahan geli saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN