Suster Dila berjalan cepat meninggalkan gedung putih yang ditutup sempurna dengan tembok melingkar itu dengan langkah terburu. Ia merapatkan jaket jeans yang menutupi seragam putihnya. Mengancingkan bagian atasnya saja dan berjalan tergesa. Ia menarik gelungan rambut yang mengikat kepalanya dan mengibaskannya. Membuatnya tergerai. Rambut lurus sebahu itu disisirnya serampangan dengan jemari. Wajah yang semula tampak anggun dalam balutan Gelung cepol ke atas, kini berubah imut saat mahkotanya itu tergerai sempurna. Seperti berbeda beberapa tahun lebih muda. Ia menolehkan kepala ke kiri dan kanan saat sudah berada di luar pagar. Memastikan tak ada kendaraan lewat. Lantas, berjalan lagi menuju jalan seberang untuk menanti seseorang. Ia masuk ke dalam sebuah gang yang berada di depan gedu

