Tawaran Kesempatan

1115 Kata

Canggung sikap kulihat sepenuhnya pada wajah suster cantik itu. Ia pun mengakhiri pemeriksaan padaku dan buru-buru pergi meninggalkan ruang tempatku beristirahat. Aku terus memberi pandangan tajam, agar ia kian bingung ketika menghadapiku. Jika ia memang benar punya niat buruk padaku. Aku harus waspada terhadapnya. Di balik sikap dan wajahnya yang manis, aku tak boleh terbuai. Firasatku mengatakan jika ia tak tulus. Debam pintu ditutup membuatku bisa bernapas lega. Baru saja Kurebahkan badan kembali berbaring, Suara alarm kembali berdengung nyaring ketika waktu menunjukkan pukul enam petang. Ini adalah waktu makan malam. Rasanya terlalu malas untuk bergerak dan berkumpul kembali dengan para pasien yang seperti tak bisa diajak berinteraksi. Apalagi makanan yang disediakan sungguh san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN