Beberapa Digit

1092 Kata

Selesai makan malam, aku beranjak berdiri dari bangku. Tetapi tarikan pada ujung baju bagian belakang membuatku menoleh. Rupanya pria berkumis yang melakukannya. Aku membalikkan badan dan menautkan alis untuk bertanya. “Aku yakin kau juga seorang korban, bukan?” ucapnya mengawali percakapan. Ia menepuk bangku kosong di sebelahnya. Mengisyaratkan agar aku duduk di sampingnya. Karena penasaran, kuikuti perintahnya dan kembali menjatuhkan tubuh pada bangku panjang yang menemaniku makan malam tadi. “Bagaimana Anda bisa tahu?” tanyaku berbalik. “Suster Selly itu mata duitan. Ia hanya akan baik pada pasien kaya yang dijebloskan ke sini karena konspirasi dan kesalahan. Ia bahkan tahu jika orang-orang seperti kita ini tidak benar-benar gila. Sepertimu juga anak muda.” Ia melirikku dan menyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN