Esti mondar-mandir di dalam kamarnya sendiri, seperti gelisah. Sesekali menggigit bibir sembari sebelah tangannya berkacak pinggang. Entah sudah berapa kali ia memutari sekitar ranjangnya dengan wajah cemas seolah kepikiran sesuatu. Ini hari Minggu. Seharusnya ia lebih santai dan bisa bangun siang, sebab tak ada kewajiban kuliah maupun pekerjaan lain yang menantinya. Biasanya, ia membenamkan tubuh di bawah selimut sampai waktu menunjukkan siang hari. Memilih bermalas-malasan, meski matanya sedari pagi sudah melek total. Paling juga mengintip isi ponsel, melihat notifikasi dari hasil menulis novelnya. Terkadang menabung beberapa kata untuk diterbitkan hari esok. Ia memang begitu, tak pernah lalai dalam tugas apa pun. Sangat teliti dan perfeksionis. Tetapi pagi ini tidak. Sekitar jam

