Terpukul

1069 Kata

Tangis Mbak Esti telah reda, setelah melihat pesan yang kuterima pada ponsel. Semua rasa sedihnya seakan lenyap, berganti dengan rasa penasaran. Sesekali senggukan masih menghiasi wajahnya, tetapi tak se-instens sebelumnya. Lirikan sinisnya seakan menjadi ancaman untukku. Ia terus berusaha membuatku tak enak hati dengan menatap penuh curiga. Aku bahkan membuang muka darinya, agar tak ada rasa sesal jika tak membuka suara padanya. Meski tentu saja, ada sebersit rasa tak enak, ketika melihat raut mukanya dari sudut mataku. Hampir tiga jam kami lalui hari dengan menunggu. Dalam kesetiaan kami menunggu, kami juga setia dalam diam. Tak ada lagi hal yang perlu dibicarakan. Semua kalut dalam resah masing-masing. Menanti kabar dari dokter, tentang keadaan selanjutnya dari Bagus. Pak Darma bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN