Beberapa pria tampak membantu Lucky yang kini mengejang dan terus berteriak. Sementara ibu-ibu undangan turut memekik saat tahu Lucky bertingkah seperti orang kesetanan. Pak Andri berdiri dari duduknya. Menengadahkan kepala untuk melihat apa yang terjadi di sana. Begitu pun Esti, ia menolehkan kepala ke belakang. Meski dengan keadaan sedikit susah karena batasan kebaya yang mengimpit tubuhnya. Esti menoleh susah payah. Dengan sangat hati-hati ia bergerak. Mencari tahu apa yang sudah mengacaukan acaranya kali ini. Doni turut menoleh ke sana dengan wajah geram. Ikrar yang seharusnya menjadi gong dari segala dendamnya selama ini. Malah dirusakkan oleh kelakuan Lucky di sana. Ia melihat para pria yang kewalahan mengurus tubuh Lucky yang terus memberontak. Meski beberapa genggaman banyak o

