Aku menyesal ketika mendengar suara dari banyak orang pada tenda. Mereka bersyukur sebab acara akad ini telah selesai dan Mbak Esti telah resmi menjadi nyonya Doni. Di dalam kamar tamu. Aku, Lucky juga Bagus hanya bisa saling pandang. Kecewa sebab apa yang telah kami lakukan untuk menggagalkan dan membuat kekacauan pada acara ini tak dapat mencegah kegigihan Doni untuk memperistri kakakku itu. Ki Pratna duduk di kursi sebelah meja dengan mengepulkan asap rokoknya ke udara. Kami sudah memberitahunya jika apa yang dilakukan Lucky adalah hanya sebuah sandiwara belaka. Bagus sudah dengan senang hati memberinya lembaran merah untuk membungkam semuanya. Termasuk mengunci pintu kamar ini agar tak ada orang lain yang bisa masuk sembarangan. Dia mencegah Pak Darma masuk saat akan berusaha mel

