Jari Nai bergerak, perlahan matanya mulai terbuka, samar-samar dia melihat ruangan yang didominasi dengan cat warna biru, serta mencium bau khas obat-obatan. Dua hari sejak kecelakaan, Nai baru tersadar. "Anda sudah bangun?" Ucap suster yang baru saja selesai mengganti infus Nai. "Saya, dimana?" "Anda di rumah sakit, sebentar biar saya panggil keluarga anda." Suster tersebut keluar, Nai yang masih pusing belum sepenuhnya mengingat apa yang sudah terjadi. "Nai, gimana keadaan kamu? Masih sakit, hm?" Frans lebih dulu bertanya karena sedari tadi Frans yang paling tidak tenang karena menunggu Nai tersadar. "Minum dulu Nai." Nabila memberikan air minum untuk Nai. "Kak, apa yang terjadi sama Nai? Kenapa Nai bisa ada disini?" "Nai, lo nggak ingat apa-apa?" Tanya Luna. Nai mengerutkan

