Banyak hal yang terjadi padahal Gyan hanya istirahat total beberapa hari saja. Ibunya mengalami kejadian tidak terduga, racun bersifat arsenik yang beliau tenggak membuat pendarahan di ginjalnya dan terlambat diketahui. Detak jantungnya melambat, dalam sekejap setelah dipindahkan ia mengalami kondisi kritis kali kedua kemudian harus cuci darah sebelum akhirnya dinyatakan hilang kesadaran dan tidak ada respon apa pun dari otaknya. Beliau koma dalam hitungan hari saat Gyan lengah sedikit saja. Parahnya lagi bahkan Madam pun tidak memberitahukan hal sepenting ini. Pantas saja yang berkunjung ke kamar Aruna hanya beberapa orang, tidak seramai dulu, rupanya keluarga Gyan dibuat sibuk dan khawatir oleh hal lain. “Apa yang harus kita lakukan?” Gyan setengah bergumam melihat keadaan ibunya bahka

