DUA PULUH EMPAT

2537 Kata

Keenan bergerak cepat. Tanpa mengindahkan ayah dan ibunya ia segera mencopot resmi jabatan Gending di perusahaan adiknya dan mengosongkan kursi tersebut. Shinena tidak akan apa-apa tanpa seorang direktur di ruangannya selama Aruna ada di sana. Hari ini Keenan sudah mengosongkan jadwalnya dan pergi ke rumah sang adik. Ia mengendarai mobil sendirian. Rumah adiknya berada di kawasan pemukiman biasa, beberapa rumah kelas atas minimalis berjejer di sepanjang jalan, di belakangnya ada sungai yang mengalir dengan air kecoklatan. Keenan berhenti di depan rumah nomor dua, bercat putih dengan dua lantai dan basement yang digunakan untuk memarkirkan mobil. Rumahnya sederhana sekali untuk ukuran kelas sosial mereka, tapi begitu Keenan melihat seorang pria keluar dari sana sambil menenteng plastik sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN