Gyan bangun dengan kepala seberat batu, ia mengecek ponselnya dan ini masih jam enam pagi. Tidak biasanya baginya bangun sepagi itu. Tapi ia merasa ada yang aneh dibawah sana, Gyan bergerak ke samping dan melihat Aruna tidur memunggunginya tanpa selimut. Perempuan itu tidur menyamping dengan bantal mengganjal perut dan pinggangnya. “Sialan!” Gyan langsung mengumpat ketika menyadari dirinya tidak memakai apapun di badan. Pasti terjadi sesuatu tadi malam, pasti ia melakukan kebodohan fatal pada istrinya. Gyan tidak lupa semuanya tapi ia juga menolak untuk mengingat-ngingat, ia lebih baik bangun dan bersujud-sujud minta maaf pada Aruna ketimbang berjuang mengingat sikap kurang ajarnya itu. “Mas Gyan,” suara Aruna mengejutkannya. Perempuan itu berbalik dan mencoba untuk duduk sambil mering

