LIMA PULUH EMPAT

2515 Kata

Pagi-pagi sekali Zayn sudah bangun, ia segera minum s**u dari ibunya secara langsung dengan penuh emosi karena air s**u yang keluar hanya sedikit hingga menyebabkan orang tuanya tertawa geli. “Kasihan, dia pasti sangat kelaparan.” Gyan berujar setelah selesai mandi dan memakai kemejanya. “Bajumu belum ditata ya? Nanti pegawai kita akan menatanya di lemari itu, di sebelah lemariku.” Aruna peka melihat suaminya membongkar koper demi mencari pakaian, sedangkan Gyan bergegas menuju lemari yang Aruna sebutkan dan membukanya. Ternyata itu lorong walk in closet yang panjang dan kosong. “Kamu tahu kan bajuku tidak banyak, tempat ini terlalu besar,” kata Gyan sambil nenyeret kopernya masuk. “Akan banyak pada waktunya.” “Maksudmu karena aku punya istri seorang penjahit?” Aruna tertawa geli. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN