Galan tersenyum mengingat wajah cantik Zara saat mereka bertemu. Tidak ada yang banyak berubah dari wanita yang ia cintai tersebut selain potongan rambutnya saja yang sedikit lebih pendek dari terakhir kali ia melihatnya. Kecantikannya masih sama, tatapan mata tegas dan teduhnya masih sama, sikap congkaknya masih sama, suara indahnya masih sama, dan tentu saja, wangi tubuhnya masih sama. “Sayang, aku kangen… Sangat…” gumam Galan sambil menatap potret mereka berdua di ponselnya. Wajah penuh kerinduan itu tiba- tiba berubah ketika kembali memikirkan kenyataan bahwa wanitanya tersebut juga masih tetap memiliki pria lain. Masih menjadi istri pria lain dan tetap memiliki pria baru lainnya. Dan itu membuatnya langsung mematikan ponselnya dan bergegas untuk tidur saja. Namun hal itu bukanlah h

