" Aku benci kamu...! Lepaskan. Aku benci kamu, Galan. Pergi!" seru Zara dengan penuh amarah dan mencoba berontak dari pelukan erat pria bertubuh kekar tersebut. " Maafkan aku... Maafkan aku... Aku mohon maafkan aku." ucap Galan yang terus memaksa memeluk kekasih hatinya. Zara lalu dengan keras mendorong tubuh milik Galan dan membuka pintu kamarnya dengan cepat agar Galan tidak lagi mengganggunya. Namun tentu Galan juga bisa dengan mudah mampu menahan pintu kamar tersebut dengan satu tangannya agar kesalah pahaman mereka tidak berlangsung lebih lama. Sesampainya di dalam kamar milik Zara tersebut, Galan bahkan tidak ingin membuang waktunya lagi dan langsung kembali memeluk dan mencium kekasihnya tersebut dengan penuh hasrat. Ucapan Zara tadi sama sekali berbeda dengan apa yang ada di pik

