Zara tak henti tersenyum menatap wajah tampan adiknya tersebut yang ternyata sudah lebih tinggi darinya. Ia benar- benar tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah. “ Kamu udah besar sekali. Kamu… Kamu ganteng sekali, Tris…” ucap Zara masih berlinang air mata bahagia. “ Kenapa dia bisa ada disini?” tanya Frans yang berbisik pada Fiona. “ Aku yang menyuruh orang menjemput dia. Kenapa sih papa bukannya ikut senang kalau Zara senang? Dan apa salahnya dia ketemu adiknya yang udah beberapa tahun nggak ketemu. Lihat deh mereka…” jawab Fiona yang nampak ikut terharu dengan adegan yang ada di hadapan mereka semua. “ Salah karena kamu nggak minta ijin papa dulu. Kamu lancang dengan—-“ “ Kenapa harus ijin sama papa? Tristan kan hanya di asrama kampus. Bukan sedang di penjara. Dia kan adik ipa

