Galan berbaring di tempat tidurnya sambil memikirkan tentang Zara yang hari menurutnya hanya mencoba terlihat baik- baik saja. Ia mencoba tersenyum meski sorot matanya nampak terlihat sendu dan bersedih. Dan meski ia terlihat sedang bahagia, namun pada detik selanjutnya ia bisa saja tiba- tiba menangis dengan ucapan yang terdengar ambigu. Langit- langit kamar yang Galan pandangi saat ini seolah sedang memutar semua kejadian ketika ia dan Zara bersama. Zara yang ia temui di rumah mewah ini sangat berbeda dengan Zara yang bersamanya di luar pagar rumah ini. Zara seperti dua orang yang berbeda baginya. Dan ini membuatnya cukup khawatir. Pintu paviliun tempat Galan tinggal selama bekerja di rumah ini tiba- tiba diketuk dengan terburu- buru dan membuat Galan langsung bangkit karena sudah tahu

