Zara terkejut ketika Galan tiba- tiba muncul dari balik tirai kamar tidurnya dan langsunh mencium bibirnya dengan penuh hasrat. Membuatnya sedikit kewalahan dan melupakan jika mereka berada di dalam kamar tidurnya. “Galan… Hhhh.” desah Zara ketika Galan menciumi lehernya dengan lembut. “Aku kangen kamu, sayang… Sangat kangen. Aku mohon jangan jauhi aku lagi. Jangan pernah, sayang… Aku rindu ciuman dan pelukan kamu.” bisik Galan dengan mesra sementara satu telapak tangannya mulai menyentuh kulit mulus Zara yang hanya tertutupi pakaian tidur silk berwarna merah muda. “Kamu kangen aku juga kan, sayang? Kamu suka kan aku ciumi kayak gini?” Zara bahkan tidak sanggup menjawab apapun karena sensasi yang tengah ia rasakan membuat nafasnya tak karuan. Sentuhan Galan seperti biasa sangat memabu

