" Hei... Is everything okay?" tanya Galan sambil mengejar Zara yang kini mengenakan kacamata hitamnya dan tidak menoleh sama sekali ketika ia memanggilnya. Ia juga bahkan berpura- pura tidak mendengarkan saat Galan mengajaknya berbicara. " Yup..." jawab Zara dengan singkat meski ia terus menatap ke depan dan mengikuti barisan penumpang lainnya. " Zar, aku---" " Nanti aja." sela Zara sambil mulai menyerahkan boarding pass miliknya untuk diperiksa oleh seorang petugas sebelum ia melewati garbarata menuju pesawatnya. Galan menghela nafas dengan perlahan dan tidak ingin lagi mengganggu Zara yang terlihat kesal karena dirinya. Mereka lalu berjalan beriringan dan Galan nampak mencari kursi duduk mereka yang ternyata berada di kelas bisnis karena Frans yang telah mengatur semuanya. Ia bahkan

