Sepanjang perjalanan Galan mencoba untuk tidak begitu memikirkan soal ucapan Zara tadi juga alasan mengapa ia menutupi masa lalunya. Ia mencoba memahami jika Zara mungkin saja hanya tidak ingin mereka mengingat masa lalu tentang mereka berdua yang hanya akan membuat mereka berdua menjadi canggung. Atau mungkin saja semua memang hanyalah kesenangan semalam yang harus ia lupakan juga. Namun entah mengapa sesekali ia merasa jika Zara malah cenderung membencinya. Ia memang bukanlah orang yang cukup banyak bicara dengan orang lain, namun Galan bisa membaca jika sebenarnya majikannya tersebut adalah orang yang ramah dan baik serta memperlakukan orang lain dengan sopan. " Kamu kenapa?" tanya Zara tiba- tiba. " Saya? Saya kenapa?" ucap Galan balik bertanya. " Kamu sejak tadi kelihatan memaksa

