Farel dan Khiya pulang dari pondok pukul delapan, setelah mereka ikut melaksanakan solat duhha di masjid pondok. “Jangan lupa mimpir ke sini lagi, kalo datang ke sini” bunda Fatimah melepas peluknya dari Khiya. Khiya mengangguk pelan. “Insyallah, bun.” “Insyallah, bunda ajarin lebih banyak resep membuat kue.” Khiya tersenyum lebar. “Khiya pamit pulang ya, Bun.” Khiya menyalami tangan bunda Fatimah, lalu beranjak naik mobil. Farel sudah menunggu di dalam setelah berpamitan dengan ustadz Yusuf. “Kita mau pulang dulu, atau mau langsung sambut silaturrahmi ke rumah teman aku? “tanya Farel. “Hem... langsung aja. Kue-kue kalo kelamaan di mobil gak enak juga. Untung tadi pagi bisa di kukus lagi.” “Oh ya udah, sabuk pengaman kamu jangan lupa.” “Iya.” Setelah Khiya selesai memasa

