“Sania, kamu kenapa?” tanya Fatha bingung. “Kamu Sakit ? Apa perlu saya antar ke rumah sakit?” “Ah, enggak kak, cuman sakit sedikit.” Khiya tersenyum simpul, ia mungkin kelelahan berlari hingga ginjalnya memberikan sinyal nyeri. “Kamu mau ke kampus dulu? Atau mau langsung pulang? “ “Saya mau langsung pulang aja, Kak. Oh, iya, selamat ya Kak, semoga segalanya berjalan lancar sampai hari H, salam juga buat Mutia. Udah lama gak liat dia di kampus.” Fatha mengangguk pelan. “Terima kasih ya, Sania. Berkat bantuan kamu akhirnya saya bisa taaruf sama Mutia.” “Sama-sama Kak. Kalo gitu saya permisi pulang ya, Kak. Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam.” Khiya menyeberang ke halte bus way. Tidak lama, bus way datang dan Khiya langsung naik. Khiya duduk dan bertepatan dengan ity ponselnya ber

