Mencari kesempatan

1926 Kata

Khiya memikirkan kembali saran Aliya. Khiya jadi sulit tidur. Langkah raksasa yang akan Khiya ambil, membuat Khiya merasa sangat deg-degan, sama seperti saat dulu dia menjadi Sania. Rasanya seperti ada bom waktu di hatinya yang terus berdetak, mengingatkan Khiya dengan rasa euforia berlebihan. Khiya melirik jam dinding dan memutuskan untuk meredam debar deg-deganya dengan menunaikan solat malam. Dalam sujudnya, Khiya berdoa, semoga Allah membuka hati Farel untuk ia bisa masuk. Tidak lupa Khiya juga mendoakan keluarganya yang telah duluan ke surga. “Ya Rabb...sesungguhnya Engkaulah penjaga hati dan pembolak-balikan hati, maka sentuhlah hati dia... Dia yang hamba sebut sebagai suami. Jadikanlah rumah tangan ini, menjadi rumah tangannya yang hidup dan penuh ridho serta berkah-Mu. Jadikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN