“Farel kamu sudah beri tahu Khiya, kan, kalo kita gak pulang malam ini? “tanya Nurul. “Astagfirullah, Farel lupa bu.” “Ya Allah, Farel.... “Nurul melihat jam yang sudah menunjukkan pukul satu. “Khiya pasti nungguin kita. Kasihan banget dia.” “Apa Farel pulang aja, buat kabarin Khiya?” “Kamu ajak Khiya ke sini aja, Kasihan dia di sana sendirian. Kita juga bakal pulang siang.” Farel mengangguk patuh. “Kalo gitu Farel pergi sekarang ya bu...,” pamit Farel. “Eh, kamu bawa motor aja di depan, jangan bawa mobil, susah keluarnya.” “Apa gak bahaya, Bu? “ “Insyallah, gak kok. Daerah sini, aman. Terus jam segini udaranya gak terlalu dingin kok.” Farel pamit dan melajukan motornya membela jalan. Hanya butuh dua puluh menit, Farel sampai di tempat tujuan. Farel baru mematikan motornya

