Biarkan Saja!

1275 Kata

Setelah kejadian sore tadi— Dimas memutuskan mengajak Naura pulang ke rumah mertuanya. Dia sangat khawatir melihat keadaan sang istri. Pasalnya gadis itu tidak mau diajak bicara dan masih saja menangis. Bu Tania bahkan telah meminta maaf berulang kali pada sang menantu. Menyesal karena meninggalkannya sendirian dengan kakak kandungnya. Beliau pikir Bude Davina tak akan tega menyakiti menantu keluarga Bagaskara. Nyatanya sikapnya tidak pernah berubah. Selalu ingin dinomorsatukan. Hingga merasa anggota baru di keluarganya adalah musuh terbesar. “Maaf ya, Mbak— aku tidak becus menjaga Naura,” ujar Bu Tania disela isak tangis. Bu Siva memang kecewa tapi beliau masih memberikan kesempatan besannya untuk menjelaskan. Begitu juga dengan Pak Gio— melihat keadaan putrinya membuatnya geram

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN