Dimas dan Eka terbahak. Mengingat ekspresi wajah Nadira. Wajah yang awalnya menunjukkan keangkuhan dan kesombongan menjadi merah padam saat Naura berhasil memancing amarahnya. Mereka telah meninggalkan cafe setelah puas membalas perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh Dosennya. Sekarang sedang bersantai di taman dekat apartemen Dimas sambil menatap bintang yang malam ini bertaburan di langit. Besok pagi mereka akan kembali ke Jogja. Tiket pesawat telah diurus oleh orang kepercayaan Dimas. Juga pengunduran diri beserta penalti yang harus dibayar pada perusahaan. Ternyata pihak kampus membela Nadira— menyalahkan Dimas, Eka dan Annisa atas keputusan yang diambil. Bukan tanpa sebab pihak kampus membela salah satu Dosennya— selain masih ada hubungan kerabat dengan pemilik yayasan, Nadir

