“Kalau Iya— Ibu mau apa?” Tanya Eka dengan wajah menantang. Seolah tidak takut jika rencana magangnya dibatalkan oleh sang dosen. Dimas lalu menimpali. “Seharusnya ketegangan ini tak perlu terjadi jika Ibu mau menurunkan ego.” “Wajah cantik, bodi bagus, kulit putih bersih, otak cemerlang dan lahir dari keluarga berkecukupan ternyata tidak menjamin perilaku seseorang. Saya sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Bu Nadira,” sahut Annisa, teman Dimas. Hanya Eka dan Anissa yang bertahan di meja itu. Sementara yang lainnya memilih meninggalkan cafe untuk menyelamatkan karir yang mulai dirintis. Selain galak dan tegas— Nadira terkenal sebagai dosen yang tak memiliki belas kasihan pada mahasiswanya. Dia pernah membuat salah satu mahasiswanya dikeluarkan dari kampus hanya karena me

