Sebelum mulai bicara— Naura memaksa Dimas agar duduk disampingnya. Hanya bersebelahan dan masih berjarak sehingga badan mereka tidak menempel. Ada hal penting yang harus disampaikan oleh gadis itu. Tentang permintaannya sebelum menikah. Sangat penting baginya mungkin juga bagi Dimas. “Mau bicara apa, Ra?” “Boleh gak aku minta sesuatu sama kamu?” Bukannya menjawab Naura justru melayangkan pertanyaan balik. “Tentu saja boleh— katakan saja, Ra.” “Ini soal tempat tinggalmu di Singapura dan berapa lama menetap disana. Semisal aku nyusul nanti bobo nya di hotel kah? Terus aku ke sana setiap minggu atau bulan?” “Aku sudah membeli apartemen dan kemungkinan tinggal disana selama dua tahun. Bisa lebih dari itu tergantung pekerjaan yang aku selesaikan.” Naura tidak berusaha menyela— masi

