“Kenapa gak bilang kalau banyak lelaki yang melamarmu, Ra?!” “Ya, aku pikir gak perlu bilang. Karena gak penting menurutku.” “Gak penting gimana? Jelas-jelas hal semacam itu sangatlah penting.” “Mereka ditolak sama Papa. Alasannya aku sudah dijodohkan sejak kecil. Makanya aku gak cerita sama kamu.” “Dijodohkan? Ya Allah, Ra— tentang perjodohan pun kamu gak mau cerita denganku.” “Bukan gak mau, Ai. Tapi aku sendiri juga belum tahu siapa orangnya. Percuma aku cerita kalau informasinya hanya seuprit. Cuman bikin tambah penasaran aja.” Dimas meraup wajahnya dengan kasar. Berdebat dengan Naura selepas menghabiskan bakso malang membuat perutnya terasa lapar kembali. Ditambah lagi— jalanan sedang macet akibat pohon besar tumbang ditengah jalan. Soal banyaknya lamaran yang ditolak oleh Pak

