Opa-Opa Keren

1641 Kata

“Bu Nadira masih ngajar sampai sekarang?” Tanya Naura pada sang suami. Dimas mengangguk. “Hanya diberi sanksi oleh pihak kampus. Sudah aku duga akan seperti ini jadinya.” “Gak adil banget! Dosen gak punya urat malu dan suka menebar fitnah masih dipertahankan. Kayak gak ada Dosen lainnya saja,” gerutu Naura sembari menikmati cookies buatan Bundanya. “Ya mau gimana lagi, Sayang— keputusan pihak kampus tidak bisa diganggu gugat. Lagipula kasus ini sangat dirahasiakan jadi tak banyak yang mengetahuinya,” terang Dimas dengan wajah kecewa. “Aku masih tidak rela jika Bu Nadira hanya diberi sanksi ringan. Dia tuh udah melakukan kejahatan— harusnya dikeluarkan dari kampus.” Naura semakin bersungut-sungut karena si pelakor masih bebas berkeliaran di kampus. Dimas dan Eka sudah berusaha semaks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN