Lawan Yang Tidak Sepadan

1476 Kata

“Mama gapapa ‘kan? Ada yang terluka apa tidak? Terus Mama udah makan apa belum?” Rentetan pertanyaan dari Naura membuat Ibu mertuanya tersenyum bahagia. Pasalnya Bu Tania takut menantunya tidak mau datang lagi ke rumahnya akibat ulah sang kakak. Nyatanya Naura bersikeras ingin menginap di rumah mertuanya meski Bundanya melarang. Bu Siva meminta putrinya pulang ke rumah— karena sang suami dan menantu yang akan mengurus masalah besannya. “Mama, ih— kok malah senyum-senyum. Naura beneran khawatir sama keadaan Mama.” “Alhamdulillah, Mama baik-baik saja, Sayang. Sudah makan tadi bareng sama Papa. Lihat— gak ada luka satupun pada tubuh Mama.” “Hah, syukurlah. Sepanjang perjalanan menuju ke Jogja tadi, Naura beneran khawatir dengan Mama dan Papa, takut para polisi abal-abal itu menerobos ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN