Seorang kakek tua menaruh kacamata bacanya, memijat pelipisnya memikirkan masa depan perusahaan yang telah ia dirikan selama 27 tahun, Leonidas Grup. Perusahaan tambang yang telah dipercaya oleh investor dan pemerintah, terkemuka namanya didunia, dibalik semua kemegahan itu ia menyimpan kegelisahan atas kedua anaknya yang terus berselisih, Rafa dan Bramastya, keduanya merupakan putra yang ia cintai sejak dahulu meski mereka terus berselisih hingga saat ini. Semenjak Rafa mengetahui ia bukannlah anak kandung, ia terus menuntut akan hak waris yang seimbang, namun Bramastya tidak terima atas tuntutan Rafa karena Bram merupakan anak kandung kakek Leon. Perselisihan ini membuat kakek berusia 83 tahun ini terus memikirkan hak waris akan keduanya, hingga pada akhirnya kakek Leon menuliskan surat

