“Kamu tidak turun?” tanya Rehan kepada Diarra yang terus menatap keluar jendela, namun tak beranjak keluar setelah sampai di restoran “Tidak” ucap Diarra lirih “Yasudah biar saja kamu mati kelaparan, dengan begitu aku bisa menikah dengan wanita pilihanku, dan anak kami bisa menguasai Leonidas Grup” ucap Rehan kasar kepada Diarra “Ya, selamat makan, jika memang itu inginmu, semoga terkabul” ucap Diarra tanpa menatap Rehan lagi, baginya ucapan Rehan sangat tak berperasaan, harusnya ia bertanya lembut kenapa Diarra menjawab ‘tidak’. Namun Rehan keluar dan mengacuhkan Diarra yang masih didalam mobil, memesan makanan dan menikmatinya. Dari mobil Diarra dapat melihat punggung Rehan, kenapa harus lelaki tak berperasaan itu Ya Allah, kenapa harus dia? Apa aku benar sangat menjijikan baginya? Di

