Rey

4973 Kata

Mata Amar tertuju pada anak laki-laki itu, wajahnya yang imut, tatapannya yang polos dan senyumnya yang manis. Amar terus memandangi anak itu dengan tersenyum, terbesit dalam benaknya jika dia ingin cepat-cepat memiliki seorang anak, bayangan perut Rima yang membuncit membuatnya tersenyum sendiri, sepertinya ia benar-benar jatuh cinta pada istrinya. "Pak, bagaimana? Apa bisa kita mulai rapatnya?" tanya Ronald membuyarkan lamunan Amar. "Ah ya, maaf, saya sangat suka melihat anak kecil, tunggu dulu, tunggu lima menit," jawab Amar. Dia bangkit berdiri dan menuju ruangannya membuka laci dibawah mejanya dan mengambil sesuatu, lalu ia masukkan kedalam kantung jasnya dan kembali menuju ruang rapat. "Ini untuk kamu." Amar memberikan permen coklat untuk Daniel, anak lelaki itu langsung terse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN