“Jangan mati dulu, kamu belum menggendong cucumu sendiri,” ucap Ajeng mengecup kening suaminya “Ah iya benar juga, apa benar Diarra sudah hamil?” tanya Rafa menatap istrinya “Iya, benar, aku melihat sendiri hasil USG nya kemarin saat menjenguk Rehan, kecil sekali dia masih sebiji kacang. Aku harap laki-laki, agar kamu dan Bram tak lagi berselisih.” Ucap Ajeng kini tangannya beralih mencubit pipi suaminya. “Ya, semoga saja, tapi aku memiliki firasat, tak lama lagi aku tak didunia ini,” ucap Rafa menggantung. “Ssst, jangan begitu, kamu tega melihatku hidup sendiri hah?!” Ajeng mencubit lengan Rafa yang membuatnya meringis kesakitan. Mati dan hidup seseorang, hanya sang Pencipta yang tau. *** Ucapan Rey kemarin saat makan siang membuat Ana guling-guling sendiri diatas kasur, dia bahkan

