27

1013 Kata

Bukan Samantha namanya jika bukan karena kerja kerasnya selama ini, tak mungkin Samuel Collins mempercayakan perusahaan yang sudah seperti putranya diberikan begitu saja kepada Samantha. Meskipun ia harus menghadapi mantan suaminya saat ini. Ia harus tetap profesional. Walaupun debaran jantung di dalam dadanya mulai tidak normal. Terdengar jelas suara dengusan dari Samantha disusul senyum sinis di bibirnya yang merah merekah. "Adam Verdianto," ucapnya. "Silahkan duduk," sapanya ramah. Seakan mereka hanyalah dua orang teman lama yang ketemu kembali. "Pertama-tama haruskah aku memberi selamat atas berdirinya perusahaan ini?" sindir Samantha. Adam menarik sebelah sudut bibirnya. Tidak merasa tersinggung dengan ucapan Samantha. "Tidak perlu, ulang tahun perusahaan ini sudah lewat." Untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN