Ana bangun dengan perasaan aneh, badannya sedikit berat. Ketika Ana membuka matanya ia sadar bahwa semalaman ia tidur berpelukan dengan Geo. Semburat merah muncul di wajahnya, di lihatnya wajah Geo dari dekat, mata elangnya yang biasa menatap tajam, hidung mancungnya, rahang kokohnya yang membingkai wajah tampan dan tegasnya. Sungguh indah ciptaan Tuhan di hadapannya ini. "Gue tau gue tampan," ucap Geo masih dengan mata tertutup, Ana sedikit terkejut tertangkap basah memperhatikan wajah suaminya. Ana menstabilkan wajahnya agar tidak memerah, "ba-bangun Yo, udah waktunya siap-siap," sekuat hati Ana berbicara agar tidak terdengar gugup. Dengan malas Geo duduk di pinggiran kasur dan masuk ke kamar mandi. Ana bernafas lega, hampir saja ia terkena serangan jantung dadakan. Ana menyiapkan pa

