PART 34

968 Kata

Sudah seminggu Ana koma dan belum ada perkembangan. Dea masuk perlahan ke ruangan Ana bersama Ryan disampingnya, nafasnya sesak melihat kondisi Ana yang penuh dengan perban. Beberapa bagian wajahnya lecet, juga memar di beberapa bagian pergelangan tangan dan kaki. "An.. bangun," Dea mengusap punggung tangan Ana yang memar, "Lo tau ngga rencananya Dio mau lamar gue An akhir bulan ini, lo seneng kan dengernya An?" Air mata Dea lolos satu persatu dan semakin deras, Dea menahan suaranya agar tidak bergetar, "Itu artinya gue bakal nikah An, lo yang bilang kan gue buru-buru nikah supaya kalo ngebut lagi sama lo di jalan gue ngga nyesel hehe..." "Ana.. lo inget ngga mimpi Bia terakhir kali sebelum dia pergi? Dia mau lihat kita bahagia dan sukses, jadi lo harus bangun An, masih banyak hal yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN