Hampir dua bulan Ana masih setia menutup matanya dan diam dalam tidur panjangnya. Setiap hari keluarga, sahabat serta suaminya mencoba mengajaknya bicara walau mereka tahu hal itu sia-sia karena Ana tidak merespon setiap kata yang mereka ucapkan. "Yo makan dulu di kantin, lo belum makan siang kan? Biar gue sama Fely yang jaga Ana sampai lo selesai makan," ucap Alan sambil menuntun istrinya masuk ke ruangan Ana. Geo menurut patuh, "aku keluar sebentar ya An," pamit Geo pada Ana yang tetap tak bergeming dari tidurnya, Geo mencium lembut kening Ana yang masih dibalut perban lalu beranjak keluar ruangan. "Hai sayang," sapa Fely pada Ana, "coba tebak, aku punya berita gembira lho An, bukan, bukan kulit manggis atau durian, ini lebih gembira!" Fely terkikih sendiri mendengar kata-katanya seo

