Anne datang memakai gaun indah berwarna putih gading dengan sedikit ornamen di bagian pundak. Dia sedikit terlambat namun masih sempat menyaksikan Arslan memberi speech kebesarannya di panggung. Penciuman Anne menangkap radar tak baik. Aroma Dave menyerbak di sekelilingnya. Ingin rasa untuk menoleh dan menemukan dia, namun tidak. Tidak boleh. Sementara itu, Dave tengah duduk menatap punggung polos milik Anne. Mereka terpisah meja meski ada nama berjejer yang jelas menunjuk posisi duduk untuk keduanya. Sudah lama sejak Anne memutuskan menyerah padanya, Dave memperhatikan Anne secara diam-diam. Seperti seharusnya, dia dan kebodohannya telah membuat dia kalah. Rasa rindu pada Anne mencuak dengan jelas. Dave ingin sekali menjadi pasangan Anne malam ini. Mereka adalah pasangan yang sangat

