'Tok tok tok...' "Masuk.", suara pemilik ruangan. Dave masuk membawa dua kantong makanan. "Oh... ternyata kau tak bohong bahwa pekerjaanmu sedang banyak." Anne tersenyum miring tidak beranjak dari singgasananya. Dia beri mengalihkan pandangan dari komputer ke arah Dave yang bergerak ke tengah ruangan. Setelah itu ia kembali pada pekerjaannya. Dave duduk di satu-satunya sofa yang ada disana. Tak terlalu panjang namun juga tak terlalu kecil. "Cukupkan dulu, kita makan.", pinta Dave. "Kau bisa duluan. Aku masih...... yaaa mungkin sedikit lagi selesai.", jawab Anne dengan gerakan tangan di keyboard tanpa menoleh. Dave menatap datar pada Anne. Tatapan datar namun begitu mengintimidasi. Sedetik kemudian dia berdecak setelah melihat jam dinding yang menunjukkan waktu makan sudah terlewat.

