Untuk pertama kalinya, Freya menemui anak yang telah dilahirkannya tiga hari yang lalu. Meski tubuhnya masih terasa lemas dan harus menggunakan kursi roda, tapi tak menyurutkan semangat gadis itu untuk melihat anak-anaknya pertama kali. Rasanya ia tidak pernah seantusias ini. Rasa haru pun kembali membuncah begitu melihat anak-anak yang menggemaskan dalam ruang incubator. Bayi merah dan mungil didalam sana terlihat begitu rapuh. Seorang perawat membantu Freya menggendong kedua anak mereka dan membawanya ke dalam pelukan. Hangat. Mungkin kedua bayi itu merasakan kehadiran Ibunya sehingga mereka tampak sangat nyaman. Pelukan yang mungkin mereka nanti-nantikan selama tiga hari ini. “Kamu sudah memberi nama anak kita?” tanya Freya pada Ezra. Ezra mengangguk dengan antusias. “Oh ya?” “Na
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


