Ruang operasi sudah disiapkan. Ezra mengikuti para perawat masuk ke dalam sana sembari mendorong brankar tempat Freya berbaring kini. Istrinya itu sekarang tampak begitu lemah dan terus memejamkan matanya meski dokter dan perawat selalu mengingatkan Freya untuk tetap sadar. Ezra pun selalu mencoba membuat Freya tetap sadar dengan menepuk-nepuk pipi gadis itu. Tapi Freya seakan tak berdaya. Setelah memasuki ruang operasi, Freya didudukkan dengan posisi membungkuk kemudian disuntikan bius ke bagian tulang belakangnya. Setelah itu yang Freya rasakan adalah kebas pada bagian bawah tubuhnya. Gadis itu menatap Ezra dengan wajah memelas. “Baiklah. Kita mulai operasinya,” ucap dokter Rio sebagai dokter bedah didampingi oleh dokter Alani sebagai dokter kandungan yang bertanggung jawab pada pasien

