14 | Permulaan

1199 Kata

Cahaya matahari mulai muncul menerobos masuk melalui sela-sela jendela yang mengganggu tidurnya. Perlahan matanya mulai terbuka. Merasakan ada sesuatu yang menghimpit perutnya, pandangannya pun langsung teralih kan. Senyuman terukir di sudut bibir Gisa mengetahui jika tangan Angga lah yang melingkar di atas perutnya. Bukannya langsung bangun, Gisa masih diam di tempat sembari memperhatikan wajah Angga. Sadar dengan apa yang telah ia lakukan. Wajahnya seketika memerah. Jantungnya berdegup kencang. Takut jika Angga mengetahuinya. Perlahan-lahan ia menggeser tangan Angga berniat pergi ke kamar mandi. Belum juga tangan Angga beranjak dari perutnya. Angga malah menarik pinggang Gisa untuk kembali ke pelukan nya. "Mau pergi begitu saja setelah menikmati ketampanan ku ini, mmm ... ?" tanya Angg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN